Kerja Sama dengan PKO FIKK UNY, KONI Karanganyar Gelar Tes Fisik untuk 250 Atlet Puslatkab

Karanganyar – Sebanyak 250 atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Kabupaten (Puslatkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karanganyar menjalani serangkaian tes fisik yang digelar pada [tanggal pelaksanaan bisa diisi, misal: Sabtu (24/5/2025)]. Kegiatan yang berlangsung di GOR Punokawan Karanganyar ini merupakan hasil kerja sama antara KONI Karanganyar dengan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai penyelenggara teknis pelaksanaan tes.

Tes fisik ini dirancang untuk mengukur kondisi terkini para atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) mendatang. Terdapat lima item tes yang disusun sesuai dengan tujuan pengukuran masing-masing aspek kebugaran, yaitu:

Medicine Ball Throw – Untuk mengukur daya ledak (power) otot lengan dan bahu.

Sit and Reach – Untuk mengukur fleksibilitas (kelenturan) otot punggung dan hamstring.

Triple Board Jump – Untuk mengukur daya ledak (power) otot tungkai.

Three Cone Drill – Untuk mengukur kelincahan (agility) dan kemampuan berubah arah.

MFT (Multistage Fitness Test) – Untuk mengukur kapasitas aerobik maksimal (VO2Max) dan daya tahan jantung paru.

Ketua KONI Karanganyar menyampaikan bahwa kerja sama dengan pihak akademisi ini bertujuan untuk mendapatkan hasil asesmen yang objektif dan terstandar.

"Kami ingin memastikan para atlet Puslatkab berada dalam performa puncak. Kolaborasi dengan PKO FIKK UNY ini sangat krusial karena mereka memiliki keahlian dalam evaluasi kepelatihan. Hasil dari lima item tes ini akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi pelatih untuk menyusun program latihan yang tepat menuju PORPROV," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan tim asesor dari PKO FIKK UNY, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan protokol pengukuran yang sesuai standar ilmu keolahragaan.

"Kami tidak hanya melakukan pengukuran, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada para pelatih lokal di Karanganyar. Tujuan utamanya adalah transfer knowledge, sehingga ke depan proses evaluasi bisa berjalan mandiri namun tetap ilmiah," jelasnya.

Para atlet yang mengikuti tes tampak antusias dan bersemangat. Salah satu atlet mengaku tes Three Cone Drill dan MFT menjadi tantangan tersendiri namun bermanfaat untuk mengetahui kelemahan fisiknya selama ini.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini berjalan lancar dan tertib. Hasil dari tes fisik tersebut akan segera diumumkan kepada masing-masing pelatih untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti dalam program latihan menghadapi PORPROV mendatang.